id
Select Country
Search Icon
close icon
ARCHIFYNOW > TIPS & IDEAS > 5 Fakta Menarik Gaya Desain Scandinavian Interior yang Kekinian

5 Fakta Menarik Gaya Desain Scandinavian Interior yang Kekinian

BY
fb icon
wa icon
email icon
©D+Sign Architecture Interior

Desain Scandinavian interior telah menjadi satu pilihan gaya desain interior yang paling digemari saat ini. Gaya desain Scandinavian interior memang memiliki gaya unik dengan berbagai kelebihan untuk hunian kekinian, terutama untuk hunian perkotaan yang biasanya membutuhkan keringkasan desain dan kepraktisan penggunaan ruangnya.

Bagi Anda yang tertarik menerapkan desain interior Scandinavian pada hunian Anda, ketahui 5 fakta menarik gaya desain Scandinavian interior yang kekinian berikut ini.

Asal-usul gaya Scandinavian interior

Gaya Scandinavian adalah gaya yang muncul pada sekitar tahun 1940-an di negara-negara Skandinavia, yaitu negara Swedia, Norwegia, Denmark, Finlandia, dan Eslandia. Gaya desain Scandinavian interior sangat minimalis, menekankan aspek kesederhanaan dan fungsionalitas. Keindahannya muncul dari tekstur bahan, kombinasi warna, kerapian, serta kesederhanaan garis-garis desainnya.

Selain itu, gaya Scandinavian berorientasi pada kenyamanan penghuninya. Hal ini muncul sebagai dampak dari sikap perlawanan para desainer Skandinavia dalam menyikapi gaya desain fasis Jerman yang pada saat itu berorientasi pada negara, bukan pada individu. Gaya Scandinavian juga akrab dengan alam dan pencahayaan alami. Oleh karena itu, gaya ini selalu tampak hangat, ringan, segar, dan cerah. Scandivanian interior populer pada tahun 1950-an hingga 1970-an, kemudian surut, dan populer kembali pada era 2000-an hingga sekarang.

Gaya Scandinavian adalah rintisan Alvar Aalto (Finlandia), Arne Jacobsen (Denmark), Josef Frank (Swedia), dan Maija Isola (Finlandia). Gaya ini mulai mendunia saat masuk ke Amerika Serikat dan dipopulerkan oleh Frederik Lunning dan Elizabeth Gordon. Frederik Lunning adalah importir furnitur Skandinavia berbasis di New York yang kemudian mencetuskan penghargaan prestisius bagi desain Scandinavian interior terbaik, Lunning Prize (1951-1970). Sementara itu, Elizabeth Gordon adalah seorang editor kepala majalah House Beautiful yang gencar mempopulerkan gaya Scandinavian.

5 Fakta Menarik Gaya Desain Scandinavian Interior yang Kekinian

©SARAE Interior Design

Ciri desain interior Scandinavian

Ciri umum desain interior Scandinavian adalah penggunaan warna dan cat dinding netral yang akan memaksimalkan cahaya alami dan mencerahkan ruangan. Warna putih dan warna-warna netral lainnya sering digunakan dan dikombinasikan dengan sedikit sentuhan warna cerah.

Penggunaan elemen alami seperti batu alam dan kayu juga menjadi ciri desain interior Scandinavian yang menonjol. Kedua elemen tersebut umumnya dibiarkan terekspos untuk memperlihatkan keindahan tekstur alaminya.

Selain itu, lantai interior rumah Scandinavian umumnya menggunakan kayu atau bahan lain yang memiliki motif kayu seperti vinil. Untuk memaksimalkan cahaya matahari yang masuk ke rumah, jendela pada Scandinavian interior dibuat lebar dan memiliki penutup jendela atau tirai yang minimalis.

Dari sisi furnitur, perabot pada Scandinavian interior juga memiliki desain yang sangat simpel dan berorientasi pada fungsi. Berbagai perabot untuk Scandinavian interior bahkan dibuat multifungsi atau dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Semua furnitur ini diatur dalam layout interior rumah Scandinavian yang efisien, rapi, dan clutter-free.

5 Fakta Menarik Gaya Desain Scandinavian Interior yang Kekinian

©La.casa Interior

Artikel lainnya: Ingin Ruangan Tampak Lapang dan Hangat? Mainkan 7 Karakter Gaya Skandinavia Berikut

Warna interior rumah Scandinavian

Interior rumah Scandinavian identik dengan warna monokrom yang dapat memaksimalkan efek sinar matahari yang masuk ke dalam ruang, seperti warna putih.

Selain warna netral putih, ada pula pilihan warna netral lain yang sering digunakan dalam skema warna Scandinavian interior, seperti off-white (#F8F0E3), hitam, abu-abu, biru, warna arang atau carcoal (#79787A), stone white (#FBF6F0), deep onyx (#282D30), dan warna-warna krim.

Sebagai pemanis, desain Scandinavian interior juga menggunakan warna-warna flora dan material alami. Warna pada batuan alami, kayu, bulu, kain, dan kulit banyak ditonjolkan. Warna amber (#FFBF00) sering digunakan untuk memberi kesan hangat. Warna hijau dari unsur tanaman juga menjadi elemen penting dalam Scandinavian interior.

5 Fakta Menarik Gaya Desain Scandinavian Interior yang Kekinian

©D+Sign Architecture Interior

Tanaman untuk interior rumah Scandinavian

Untuk menyegarkan warna-warna netral pada Scandinavian interior, Anda dapat menambahkan tanaman. Ada banyak tanaman indoor yang dapat dipilih, di antaranya tanaman lidah mertua atau snake plant (Sansevieria trifasciata), karet merah atau rubber fig (Ficus elastica), monstera (Monstera Deliciousa), lidah buaya (Aloe vera), dan dracaena (Dracaena marginata).

5 Fakta Menarik Gaya Desain Scandinavian Interior yang Kekinian

©Koerie Design

Furnitur ikonik interior rumah Scandinavian

Ada beberapa jenis perabot ikonik yang menunjukkan kekhasan gaya Scandinavian interior, misalnya the Safari Chair (karya Kaare Klint), the Chieftains Chair (Finn Juhl), the Risom Lounge Chair (Jens Risom), the Panton Chair (Verner Panton), the Artichoke Lamp (Poul Henningsen), the Egg Chair (Arne Jacobsen), "31" Armchair (Alvar Aalto), dan Grasshopper Floor Lamp (Greta Magnusson-Grossman).

5 Fakta Menarik Gaya Desain Scandinavian Interior yang Kekinian

©Shape of Thoughts

Artikel lainnya: 15 Inspirasi Ruang Bergaya Skandinavia Design

Itulah 5 fakta menarik gaya desain Scandinavian interior untuk hunian yang kekinian. Percayakan perancangan interior hunian Anda bersama arsitek dan desainer interior yang tergabung di Archify.

fb icon
wa icon
email icon
Wahyu Untara
Contributor
Greetings from Yogyakarta, Indonesia! Wahyu is a writer and translator who started his career since 2000s as a freelance writer for local and national publisher. His strong interest to the beauty of architecture motivates him to write for ArchifyNow since 2019.
More from archifynow
close icon