Select Country
Search Icon
ARCHIFYNOW > TIPS & IDEAS > Halaman Rumah Minimalis, Alternatif Desain Halaman Rumah di Lahan Terbatas

Halaman Rumah Minimalis, Alternatif Desain Halaman Rumah di Lahan Terbatas

BY
©KEVA.NAYA

Halaman rumah yang indah dan menyenangkan adalah impian tiap pemilik rumah. Namun, tidak semua dapat mewujudkannya karena keterbatasan lahan. Akan tetapi, lahan yang terbatas bukan berarti Anda tidak dapat memiliki halaman rumah yang mengesankan. Ada desain halaman rumah minimalis yang dapat menjadi alternatif untuk mewujudkannya.

Tertarik menata halaman rumah minimalis untuk lahan terbatas? Yuk, simak beberapa hal dasar tentang desain halaman rumah gaya minimalis yang ideal!

Pilihan gaya desain halaman rumah minimalis

Setidaknya ada tiga desain halaman rumah bergaya minimalis yang sedang populer saat ini, yaitu desain halaman rumah gaya Jepang, gaya Skandinavia, serta hi-tech style.

Desain halaman rumah gaya Jepang memberi ketenangan gaya Timur dengan konsep harmoni dengan alam dan simbolismenya berupa empat macam elemen alam (air, api, angin, dan tanah) serta elemen spiritual. Untuk halaman rumah minimalis gaya Jepang, terdapat pilihan tipe taman Karesansui berupa taman batu yang kering atau zen garden, tipe Tsukiyama berupa taman kolam-bukit, dan tipe Chaniwa yaitu taman teh.

Desain halaman rumah gaya Skandinavia bisa dipilih jika Anda ingin halaman rumah yang merupakan perpanjangan dari keadaan lingkungan sekitar rumah. Sementara itu, desain halaman rumah hi-tech cocok bagi Anda yang menyukai gaya industrial dan garis-garis struktur yang teratur dan simetris.

Halaman Rumah Minimalis, Alternatif Desain Halaman Rumah di Lahan Terbatas

©E.Re Studio Architects

Karakter gaya halaman rumah minimalis

Desain halaman rumah minimalis dapat membawa kesan lapang, meskipun dengan ukuran terbatas. Setiap bagiannya direncanakaan secara cermat untuk mengoptimalkan kesan lapang ini. Selain itu, perencanaan yang matang juga membuat setiap zoning atau pembagian wilayah taman menjadi jelas. Karakter yang selalu muncul dari desain halaman rumah minimalis adalah kesan sederhana dan garis geometris struktur halaman yang jelas.

Karakter khas lainnya dari taman minimalis adalah penyekatan zona halaman rumah dengan benda-benda sederhana yang tidak secara visual tampak sebagai penyekat, seperti gabion, jalan setapak, ataupun pot bunga. Penyekatan model perbedaan elevasi atau tanah berundak juga sering dijumpai.

Halaman Rumah Minimalis, Alternatif Desain Halaman Rumah di Lahan Terbatas

©Bali Landscape Company

Material untuk halaman rumah yang minimalis

Secara umum, terdapat beberapa material dasar untuk halaman rumah minimalis, di antaranya material paving, kayu, kerikil, logam dan kaca, serta pot-pot tanaman.

Material paving biasanya menggunakan lempengan batu, paving block, atau batuan alami. Dek kayu juga sering digunakan untuk memberi aksen yang fungsional. Selain sebagai pelapis trek jalur masuk taman dan jalan setapak, kerikil menjadi isian dekoratif yang memberi kesan resik. Elemen logam dan kaca umumnya digunakan untuk unsur dekorasi, lampu taman, dan juga pagar desain halaman rumah minimalis. Pot-pot tanaman untuk halaman rumah dapat berupa pot bunga atau flower box yang berbentuk persegi atau menyudut.

Artikel lainnya: 6 Jenis Perkerasan yang Cocok untuk Taman

Halaman Rumah Minimalis, Alternatif Desain Halaman Rumah di Lahan Terbatas

©Inspiratio Indonesia

Elemen halaman rumah tipe minimalis

Elemen yang umumnya ada pada halaman rumah minimalis adalah spot-spot untuk aktivitas tertentu, seperti patio, ruang santai outdoor, taman, dan sejenisnya. Masing-masing spot ini biasanya terhubung oleh jalur setapak atau beberapa anak tangga.

Untuk menambah kesan sejuk, Anda dapat menambahkan kolam ikan minimalis pada halaman rumah. Kolam ikan dapat dibuat dengan ketinggian rata tanah ataupun bertipe raised, yaitu kolam dengan dinding di atas permukaan tanah.

Elemen penambah keindahan halaman rumah minimalis lainnya adalah kanopi minimalis dan lampu taman. Furnitur taman juga merupakan elemen halaman rumah gaya minimalis. Anda dapat menambahkan bangku taman dari kayu atau beton berlapis kayu pada area halaman rumah. Untuk area santai, pilihlah kursi santai kesukaan yang senada dengan gaya desain halaman rumah.

Artikel lainnya: 7 Elemen untuk Dekorasi Taman Minimalis Depan Rumah

Halaman Rumah Minimalis, Alternatif Desain Halaman Rumah di Lahan Terbatas

©Jettaliving

Tanaman 

Ada tiga jenis tanaman yang biasanya dipilih untuk halaman rumah minimalis, yaitu  berupa pohon, tumbuhan semak, dan rumput. Semua pilihan tersebut umumnya dipilih yang sifatnya evergreen atau hijau sepanjang tahun agar minim perawatan. Pohon dan tumbuhan semak dapat membantu membentuk dan memberi jiwa pada halaman rumah. Pilihlah jenis pohon dan semak dengan pucuk atau daun yang berwarna menarik, seperti bambu, kamboja, pakis haji, teh-tehan, kaktus, bonsai, talas-talasan, hingga pohon maple.

Sementara itu, rumput digunakan sebagai penutup permukaan halaman rumah. Sebagai alternatifnya, Anda dapat mengganti rumput dengan kerikil beserta tambahan aksen tumbuhan wilayah kering seperti kaktus.

Selain ketiga jenis yang telah disebutkan, tanaman bunga pun dapat ditambahkan ke dalam halaman rumah. Pilihlah bunga berwarna cerah sebagai aksen bagi keseluruhan halaman rumah. Sebagai contoh, Anda dapat memilih bunga krisan, iris, asoka, bunga hortensia, dan lainnya.

Halaman Rumah Minimalis, Alternatif Desain Halaman Rumah di Lahan Terbatas

©Aaksen Responsible Aarchitecture

Artikel lainnya: 8 Ide Untuk Membuat Halaman Belakang Tampak Cantik

Demikianlah beberapa hal dasar tentang desain halaman rumah minimalis untuk lahan terbatas. Semoga bermanfaat dan memberi inspirasi! Temukan juga berbagai artikel terkini lainnya seputar arsitektur, desain interior, produk, hingga material bangunan, hanya di Archify.

Wahyu Untara
Contributor
Greetings from Yogyakarta, Indonesia! Wahyu is a writer and translator who started his career since 2000s as a freelance writer for local and national publisher. His strong interest to the beauty of architecture motivates him to write for ArchifyNow since 2019.
More from archifynow