Select Country
Search Icon
ARCHIFYNOW > TIPS & IDEAS > Mengenal Rumah Gadang, Rumah Adat Sumatera Barat yang Ikonik

Mengenal Rumah Gadang, Rumah Adat Sumatera Barat yang Ikonik

BY
©Shutterstock

Rumah gadang merupakan rumah adat yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Dalam masyarakat setempat, rumah gadang juga disebut rumah baganjong atau rumah baanjuang. Bentuknya sangat ikonik sehingga banyak orang selalu mengingatnya, terlebih dengan daya tarik berupa bentuk atap yang menjulang tinggi dan melengkung.

Biasanya, rumah gadang berada di atas tanah yang luas, dibangun memanjang dan berderet. Prinsip arsitektur vernakular yang ada dalam rumah gadang berkembang dari masyarakat Minangkabau sendiri secara turun temurun.

Rumah gadang mempunyai keunikan dan ciri khas yang membedakan dari rumah adat lainnya. Bentuk rumah gadang yang mencolok ini sangat membuatnya menjadi highlight di antara bangunan yang lain di sekitarnya. Yuk, kenali lebih jauh tentang rumah gadang!

Atap rumah gadang menyerupai tanduk kerbau

Atap rumah gadang sangat membedakannya dari rumah-rumah adat yang lain. Pasalnya, bentuk atap rumah gadang sangat mirip dengan tanduk kerbau.

Bentuk atap yang mirip tanduk kerbau ini dihubungkan dengan Tambo Alam Minangkabau. Tambo Alam merupakan cerita rakyat tentang kemenangan orang Minang pada adu kerbau dengan orang Jawa. Oleh karena itu, masyarakat Minang terinspirasi membuat rumah adat dengan bentuk tanduk kerbau.

Makin ke atas, bentuk rumah gadang makin lancip dengan atapnya yang tertutup ijuk. Atap rumah gadang ini dapat bertahan hingga puluhan tahun.

Mengenal Rumah Gadang, Rumah Adat Sumatera Barat yang Ikonik

©Shutterstock

Bahan untuk rumah gadang

Karena daerah Sumatera Barat rawan akan gempa, material atau bahan yang diperlukan untuk membangun rumah gadang pun harus kokoh. Kayu, ijuk atau jerami, dan papan kayu merupakan bahan utama yang membentuk rumah gadang.

Kayu menjadi unsur terpenting pada pembuatan struktur rumah gadang. Jenis kayu yang digunakan adalah kayu dari pohon juha. Ijuk digunakan sebagai penutup atap rumah gadang. Selain ijuk, jerami juga dapat menjadi alternatif penutup atap rumah gadang.

Papan kayu digunakan untuk dinding rumah gadang. Papan kayu dibelah tipis 3-5 cm dengan ukiran-ukiran yang menghiasi. Ukiran tersebut dapat berupa ukiran daun, bunga, dan buah-buahan. Pemilihan jenis ukiran tergantung dari adat masing-masing daerah di mana rumah gadang berdiri. Sebagai pengganti papan kayu, anyaman bambu juga dapat digunakan sebagai dinding rumah gadang.

Mengenal Rumah Gadang, Rumah Adat Sumatera Barat yang Ikonik

©Pexels

Artikel lainnya: Mengenal Rumah Betawi, Rumah Adat Nusantara yang Khas

Pintu rumah gadang tidak menghadap ke jalan

Rumah gadang memiliki tradisi terkait patokan dan aturan penataan ruang di dalamnya. Pintu rumah yang biasanya berada di bagian fasad bangunan tidak ditemukan di rumah gadang.

Rumah gadang memiliki pintu yang tidak menghadap langsung ke arah jalan agar isi rumah tidak terlihat dari luar. Selain itu, pengaturan ruang ini juga dipercaya mengurangi penyimpangan dan penilaian buruk dari orang yang lewat di depan rumah.

Mengenal Rumah Gadang, Rumah Adat Sumatera Barat yang Ikonik

©Shutterstock

Jendela dibuat tidak lurus

Jika diperhatikan, bentuk rumah gadang juga unik pada jendelanya. Bentuk jendela dibuat miring atau tidak lurus. Jendela rumah gadang berjumlah 12 buah, terdiri dari 8 jendela di bagian depan dan masing-masing 2 jendela di bagian kiri dan kanan. Banyaknya jendela pada rumah gadang inilah yang membuat sirkulasi udara lancar dan rumah terasa sejuk.

Mengenal Rumah Gadang, Rumah Adat Sumatera Barat yang Ikonik

©Shutterstock

Adanya rangkiang di dekat bangunan utama

Jika Anda memperhatikan bentuk rumah gadang, terdapat sebuah rumah kecil yang ada di depan atau samping bangunan utamanya. Rumah kecil ini disebut rangkiang atau lumbung. Rangkiang pada rumah gadang berfungsi untuk menyimpan padi atau bahan makanan lain.

Pada rangkiang, terdapat pintu kecil untuk ke atas. Ada pula bentuk loteng segitiga yang disebut singkok. Rangkiang pada rumah gadang ini memiliki bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan suku. Ada empat jenis rangkiang: si tinjau lauik, si bayau-bayau, si tanguang lapa, dan rangkiang kaciak.

Mengenal Rumah Gadang, Rumah Adat Sumatera Barat yang Ikonik

©Shutterstock

Jumlah kamar tergantung penghuni perempuan

Bentuk rumah gadang juga sangat unik karena jumlah kamar yang ditentukan dalam rumah gadang menyesuaikan jumlah penghuni perempuan. Tiap penghuni perempuan yang sudah menikah akan diberikan satu kamar untuknya.

Bagian rumah gadang

Ada yang menyebut rumah gadang ini berbentuk seperti kapal karena sangat landai. Bentuk rumah gadang berupa segi empat tetapi tidak seimbang. Rumah gadang terbagi menjadi dua bagian, yaitu lanjar dan ruang.

Lanjar

Lanjar merupakan ruangan dari depan ke belakang pada rumah gadang. Lanjar juga menggambarkan simbol kehormatan untuk mengadakan upacara adat dan perjamuan bagi laki-laki.

Ruang

Ruang pada rumah gadang berada di bagian kiri ke kanan. Ruang terbagi dari ruang tengah untuk tempat makan keluarga dan anjuang, yaitu ruang yang ditinggikan di ujung dan menjadi tempat penghormatan saat upacara adat. Tempat ini juga digunakan untuk menyimpan benda pusaka. Dapur terletak terpisah di bagian belakang.

Mengenal Rumah Gadang, Rumah Adat Sumatera Barat yang Ikonik

©Shutterstock

Artikel lainnya: 6 Inspirasi Rumah Panggung Modern Masa Kini

Itulah perkenalan lebih jauh tentang rumah gadang. Temukan beragam artikel menarik lainnya seputar arsitektur, interior, dan bahan bangunan hanya di Archify!

Rosita Meinita
Contributor
Rosita has graduated from Architecture at Diponegoro University. She has worked in the creative industry since 2017, loves writing and photography.
More from archifynow