Select Country
Search Icon
ARCHIFYNOW > TIPS & IDEAS > Pentingnya Skylight pada Hunian

Pentingnya Skylight pada Hunian

BY

Foto: ©awayart

Salah satu solusi terbaik untuk memasukkan cahaya alami serta udara ke dalam rumah selain menggunakan jendela adalah dengan membuat bukaan pada atap atau biasa disebut skylight. Sebenarnya, skylight hampir serupa dengan jendela, yakni elemen bukaan yang berfungsi sebagai akses masuknya cahaya matahari sekaligus sirkulasi udara. Bedanya, skylight terletak di langit-langit sehingga aplikasinya lebih efektif untuk menerangi ruangan. Anda pun bisa menghemat biaya tagihan listrik tiap bulannya.

Skylight

Foto: ©pinimg

Skylight biasanya berupa jendela kaca yang kacanya bisa dipasang mati atau bisa dibuka untuk ventilasi udara. Jadi selain cahaya alami, skylight dengan kaca yang bisa dibuka tutup dapat membiarkan udara alami mengalir ke dalam ruangan.

Skylight

Foto: ©hotelresidencia

Tapi dengan adanya bukaan seperti jendela ini, memungkinkan air hujan untuk bisa menembus celah-celah kecil yang ada. Sebaiknya, jika Anda berniat membuat skylight berbentuk jendela yang bisa dibuka pastikan ketika ditutup, air hujan tidak bisa menembusnya sama sekali.

Posisi Tepat

Skylight

Foto: ©pinimg

Penggunaan skylight pada hunian bisa digunakan di ruang keluarga, dapur, kamar mandi, ataupun kamar tidur. Penggunaan skylight dengan jendela terbuka paling pas digunakan pada area dapur. Skylight bisa menjadi sarana untuk pergantian udara di dapur, asap masakan dapat keluar melalui skylight digantikan dengan udara segar yang masuk. Memasak di dapur menjadi nyaman karena suasana yang terang dan tidak pengap.

Artikel lainnya: Tepat Merancang Area Servis

Skylight

Foto: ©finemerch

Pada kamar mandi, skylight berfungsi untuk mengurangi kelembapan dalam ruangan. Sinar matahari yang masuk bisa mengurangi kelembapan yang ada di kamar mandi sekaligus menerangi kamar mandi.

Material dan Ukuran

Skylight

Foto: ©pinimg

Karena berfungsi sebagai bukaan, maka material yang umumnya digunakan berupa material transparan seperti fiber, polycarbonat atau kaca. Pilihlah bahan yang ringan namun tetap kuat untuk mengurangi risiko keretakan. Jika Anda hendak menggunakan kaca, maka pastikan Anda memilih jenis kaca tempered yang memiliki kekuatan lebih dibandingkan kaca biasa.

Artikel lainnya: Tip Agar Rumah Sejuk Tanpa Pendingin

Skylight

Foto: ©ashleyhomesohio

Anda bisa mengatur intensitas cahaya yang masuk dengan cara melapisi material dengan sticker film atau sandblast sehingga ruangan tidak terlalu panas. Kisi-kisi kayu pun berguna menyaring cahaya yang masuk sekaligus menciptakan efek shadow yang dramatis saat siang hari.

Skylight

Foto: ©pinimg

Ukuran skylight bisa bervariasi tergantung ukuran ruangan yang ingin diberi pencahayaan dan sirkulasi udara. Bisa 1mx2m untuk ukuran rumah tipe 60, atau bisa juga 2mx2m, tapi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk penutup skylight, dapat berupa kaca dengan tebal 10mm—12mm. Dengan menggunakan bukaan pada atap ini, sirkulasi udara serta cahaya pada ruangan pun berjalan dengan lancar.

Artikel lainnya: Agar Material Semen Ekspos Terlihat Lebih Artistik

#tanyabluprin tanpa biaya!

archifynow
blog platform
ArchifyNow is an online design media that focuses on bringing quality updates of architecture and interior design in Indonesia and Asia Pacific. ArchifyNow curates worthwhile design stories that is expected to enrich the practice of design professionals while introducing applicable design tips and ideas to the public.
More from archifynow