id
Select Country
Search Icon
close icon
ARCHIFYNOW > NEWS > Pesan dari Waerebo Kelahiran Kembali Arsitektur Nusantara

Pesan dari Waerebo: Kelahiran Kembali Arsitektur Nusantara

BY
fb icon
wa icon
email icon

Bintaro, 18 Desember 2018Yori Antar bersama PT Han Awal & Partners Architects serta Rumah Asuh meluuncurkan buku Pesan Pesan dari Waerebo: Kelahiran Kembali Arsitektur Nusantara di Kantor PT Han Awal & Partners Architects di kawasan Bintaro.

Waerebo merupakan Kampung terakhir di Manggarai, Flores Barat yang iconic dengan rumah tradisionalnya berbentuk kerucut yang disebut "Mbaru Niang" yang dapat masih ditemukan.

Kampung Waerebo yang asli terdiri dari 7 rumah tradisional. Namun di tahun 2008, hanya ada 4 rumah tradisional yang tersisa. 3 rumah tradisional lainnya telah digantikan dengan bentuk yang berbeda.

Pesan dari Waerebo: Kelahiran Kembali Arsitektur Nusantara

Foto: Keadaan Waerebo setelah direkostruksi ©HAP

Selain 4 rumah yang tersisa, 2 di antaranya tidak pada kondisi yang baik karena sudah digunakan 17 tahun, ketika dua lainnya telah direkonstruksi sekitar 1998 oleh bantuan beberapa donator.

Meskipun beberapa warga ingin membangun kembali rumah tradisional tersebut, mereka menunda untuk melaksanakannya karena beberapa kebutuhan warga akan kehidupan sehari-hari untuk bekerja sama untuk mendirikan bangunan. Setelah merencanakan konservasi, para warga sedang bersiap-siap untuk kehilangan dua lagi rumah tradisionalnya.

Pesan dari Waerebo: Kelahiran Kembali Arsitektur Nusantara

Foto: Pembangunan Konstruksi Atap ©Ferry Tan

Para tim juga berkesempatan melakukan pembangunan rumah di Waerebo yang otentik tersebut. Tim ini melibatkan dua mahasiswa yang diberi beasiswa untuk 5 minggu tinggal disana, tanpa alat komunikasi elektronik dan tanpa kontak dengan kehidupan luar. Dua orang mahasiswa ini saat pagi membantu para warga untuk membangun rumah sedangkan di malam hari mencatat dan membuatnya menjadi sebuah laporan yang sistematis tentang pembuatan rumah tersebut. Mahasiswa tersebut tidak hanya dianggap tamu tetapi sudah dianggap bagian dari keluarga Waerebo oleh para warganya. Setelah 5 bulan tinggal, para warga memberi setifikat kelulusan bagi mereka dan melakukan upacara adat perpisahan.

Pesan dari Waerebo: Kelahiran Kembali Arsitektur Nusantara

Foto: Pembangunan Konstruksi Kolom ©Ferry Tan

Di dalam pembangunan project terakhir dari Mei 2009 sampai Mei 2011, terdiri dari 3 fase

1. Fase Pertama (Mei 2009-Oktober 2009), pembongkaran rumah kerucut tradisional dan rekonstruksi Tirta Gena Ndorom

2. Fase Kedua (November 2009-Mei 2010), pembongkaran rumah kerucut tradisional dan rekonstruksi Tirta Gena Jekong

3. Fase Ketiga (November 2010-Mei 2011), rekonstruksi 3 rumah kerucut lainnya. Dua di antaranya digunakan sebagai rumah warga (Laksamana Gena Jintam dan Panigoro Gena Mandok), ketika satu lainnya digunakan sebagai guest house  dengan rumah kerucut yang lebih kecil yang disandingkan dengan yang lain sebagai dapur terpisah (Tirta Gena Maro)

4. Fase Keempat, setelah kampung tersebut selesai terbangun 7 rumah tradisionalnya, beberapa pengembangangan dibuat untuk turis potensial mereka, seperti taman bacaan untuk anak-anak, rebrading sovernir khas Waerebo, dan adanya guest house baru. 

Semua fasilitas tambahan yang baru dibangun di luar lingkaran urama dari 7 rumah tradisional tersebut.

Pesan dari Waerebo: Kelahiran Kembali Arsitektur Nusantara

Foto: Kondisi Eksisting ©HAP

Pesan dari Waerebo: Kelahiran Kembali Arsitektur Nusantara

Foto: Kondisi Setelah Rekonstruksi ©HAP

Setelah adanya pembangunan kedua tersebut, perkembangan Waerebo mulai dirasakan. Jumlah turis dari dalam maupun luar negeri mulai bertambah. Mengingat letak Waerebo yang sangat jauh namun interest khalayak masih juga ramai. Sampai akhirnya pada tahun 2013 menjadi nominasi di Aga Khan Award dan 2015 Waerebo mendapatkan UNESCO Conservation Award. 

Pesan dari Waerebo: Kelahiran Kembali Arsitektur Nusantara

Foto: Buku Pesan dari Waerebo ©Yori Antar

Ringkasnya, Buku “Pesan dari Waerebo: Kelahiran Kembali Arsitektur Nusantara” merekam proses yang terjadi selama 10 tahun sejak 18 Agustus 2008. Berawal dari pertemuan, hingga pembangunan demi pembangunan yang melibatkan masyarakat. Ditulis oleh berbagai pihak yang terlibat: baik dari Tim Rumah Asuh, warga Waerebo sendiri, budayawan, akademisi, donator dan mahasiswa yang membangun bersama masyarakat. 

Harapannya agar rekaman yang berberntuk sebuah buku ini dapat menjaddi pembelajaran bagi banyak pihak tentang Arsitektur Indonesia yang sudah mandarah daging.

fb icon
wa icon
email icon
Archifynow
blog platform
ArchifyNow is an online design media that focuses on bringing quality updates of architecture and interior design in Indonesia and Asia Pacific. ArchifyNow curates worthwhile design stories that is expected to enrich the practice of design professionals while introducing applicable design tips and ideas to the public.
More from archifynow
close icon