Select Country
Search Icon
ARCHIFYNOW > NEWS > Respons Biro Arsitektur dan Interior di Tengah Pandemik COVID-19

Respons Biro Arsitektur dan Interior di Tengah Pandemik COVID-19

BY

Seluruh dunia saat ini tengah menghadapi pandemik COVID-19. Saat artikel ini dipublikasi, lebih dari 500.000 orang di berbagai negara sudah terjangkit. Pandemik ini tidak hanya memengaruhi keselamatan orang banyak, namun menimbulkan disrupsi terhadap hampir semua aspek kehidupan, dari cara bersosialisasi, pendidikan, pekerjaan dan tentunya ekonomi dunia.

Indonesia juga tidak luput dari bahaya penyebaran COVID-19. Dengan imbauan physical distancing, atau menjaga jarak, sebagai kontrol terhadap penyebaran virus, pemerintah terus mengajak sebanyak mungkin masyarakat untuk diam di rumah dan mengurangi aktivitas yang melibatkan orang banyak dalam satu tempat. Hasilnya, banyak perusahaan, termasuk biro arsitektur dan interior di Indonesia saat ini mulai melakukan kegiatan pekerjaan di rumah masing-masing tim atau pegawainya.

Istilah work from home (WFH) tentu saat ini tidak asing didengar. Sebagai salah satu langkah paling efektif untuk menekan penyebaran pandemik, seluruh tim dari Archify juga tengah menjalankan pekerjaan dengan cara ini. Selama WFH berlangsung, Archify mencoba menghubungi beberapa arsitek dan desainer interior, menanyakan respons mereka menghadapi kejadian ini. Semua menyetujui dan melaksanakan WFH demi kesehatan dan keselamatan tim, juga menjadi bentuk partisipasi sosial untuk menekan penyebaran virus.

Pakai momentum work from home ini untuk menyegarkan pikiran. Jaga kesehatan dan tetap di rumah untuk membantu yang lain.” —Santi Alaysius, Domisilium Studio

Dalam menjalankan WFH kendala utama yang sering dihadapi adalah kontrol terhadap efisiensi dan efektivitas kerja. Meski beberapa biro desain telah terbiasa dengan sistem remote working yang sangat membantu saat WFH diberlakukan, beberapa biro lain terus beradaptasi agar proses kerja dapat maksimal sekaligus aman.

Berbagai sarana telekomunikasi video conference kini ramai dipakai sebagai cara berkomunikasi utama dengan tim atau klien. Sistem penyimpanan data online atau cloud storage juga sangat membantu agar proses desain yang membutuhkan akses data yang besar dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun. Selain itu, beberapa aplikasi untuk mengontrol produktivitas dapat dimanfaatkan untuk menjaga kinerja tetap efisien.

Berikut aplikasi atau tools yang paling banyak dipakai untuk membantu menjalankan WFH dengan baik:
1. Zoom, Cisco Webex, Google Hangout, untuk video conference sampai 100 orang dengan fitur berbagi layar,
2. Google Drive, Microsoft OneDrive, Dropbox untuk penyimpanan data online, juga WeTransfer untuk pengiriman file online,
3. Toggl, Todoist, atau Google Sheets yang diupdate manual, untuk mengontrol produktivitas tim,
4. Slack, Moxtra, LARK, WhatsApp, WeChat, untuk komunikasi multifungsi yang bisa dipakai untuk tim dan klien,
5. dan yang terutama, internet serta gadget yang memadai untuk mendukung proses kerja digital dan online di atas.

Dari sisi bisnis, biro arsitektur dan interior juga terkena dampak. Yang paling umum adalah ditundanya atau adanya perlambatan pada beberapa proyek, seperti proyek komersial dan properti, baik yang masih dalam tahap konsep maupun konstruksi. Di sisi lain, saat ini pemerintah melalui PUPR cukup giat menyiapkan beberapa rumah sakit darurat untuk menangani COVID-19, yang bisa jadi merupakan peluang bagi para praktisi untuk berkontribusi.

Suka tidak suka, work from home memang pilihan terbaik guna menjaga keamanan, kesehatan, dan keberlanjutan seluruh tim dan klien. Tetap waspada dan siap untuk beradaptasi. Ekonomi masih tetap memburuk untuk beberapa bulan ke depan, maka harus ada perubahan dan pengaturan ulang, bukan hanya dari tipe proyek yang dikerjakan, namun juga evaluasi kembali sistem kerja kantor.” —Antonius Richard, RAD+ar

Setidaknya selama dua bulan mendatang, biro arsitektur dan interior tentu harus menghadapi perubahan besar dari sisi prospek proyek yang dapat digarap maupun proses desain untuk memastikan bahwa keberlanjutan biro tetap terjaga. Bukan tidak mungkin bila ke depan, proses desain dan kerja arsitektur maupun interior sepenuhnya dilakukan secara digital dan remote.

Menanggapi disrupsi ini, beberapa arsitek dan desainer interior memberi pendapat, kesan, maupun pesan untuk sesama praktisi sebagai berikut:

Yanuar Pratama Firdaus, Aaksen Responsible Aarchitecture:Kita optimis Indonesia bisa menangani COVID-19 secara serius sehingga infrastruktur atau arsitektur tidak terlalu terdampak. Yang paling penting ketika kita kerja remote, itu adalah suatu pembiasaan, karena mungkin ke depannya kita banyak memberlakukan sistem work from home bagi yang butuh tetap di rumah.

Andra Matin, andramatin: “WFH sebenarnya menguji komitmen sebuah studio secara umum dan masing-masing individu—terhadap diri sendiri, atasan maupun client—secara spesifik tentang integritas. Namun di WFH ini juga kita benar-benar dapat merasakan manfaat teknologi yang memungkinkan bagi kita untuk berjarak namun tetap saling terhubung. Sementara itu, mari jaga diri sendiri, keluarga dan lingkungan dengan makan sehat, menjaga asupan vitamin dan tetap aktif bergerak. Ikuti imbauan untuk stay at home. Dengan mengikuti aturan, kita menjaga bangsa, juga dunia. Semoga pandemik ini segera berlalu.

Jacob Gatot Surarjo, Arcadia Architect: “Sejak diberlakukan work from home, kita tidak perlu membuang waktu di jalan menuju meeting atau kantor klien. Teleconference juga membuat orang tepat waktu, mereka menjadi lebih sadar kalau telat untuk meeting online, banyak yang menunggu.

Ario Sasongko, Blue Antz Architects: “Kondisi ini sangat serius. Butuh kerja sama dari seluruh elemen secara masif untuk mengurangi wabah ini. Kejadian ini mengubah pandangan kami mengenai prediksi proyek di tahun ini dan kondisi properti ke depannya sehingga butuh strategi berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Yang penting adalah tetap saling mendukung dan menjalankan arahan serta kebijakan yang pro kesehatan dan keamanan tim.

Ajiv Parnata, KIND: “Kami memerlukan adaptasi dengan penerapan WFH karena kami sering melakukan briefing, diskusi, dan brainstorming tatap muka di kantor kami. Kami merasakan penurunan produktivitas pekerjaan dan koordinasi yang belum begitu maksimal. Hal yang masih sulit kami lakukan adalah supervisi pekerjaan di proyek karena menurut kami, supervisi melalui foto ataupun video kurang maksimal dibanding melihat secara langsung. Namun demikian, semoga dengan menjalankan WFH dan social distancing dengan disiplin, semakin cepat wabah ini akan berakhir.

Ario Andito, Studio Sae: “Kondisi ini membuat benchmark baru, yaitu ketika kami mengandalkan teknologi untuk menjadi backbone bisnis, dalam hal ini perancangan, karena sebenarnya bekerja di rumah sangat mungkin dilakukan dengan efektivitas dan efisiensi yang bisa dipertanggungjawabkan. Kami yakin setelah wabah ini selesai, kami memiliki metode baru untuk bisa bekerja dari rumah dan di mana pun dan tetap terkoneksi dengan baik.

Saat ini, tentu yang bisa kita lakukan adalah mengurangi kontak dengan orang banyak untuk bersama menekan laju penyebaran wabah COVID-19. Selain bekerja di rumah dan memanfaatkan teknologi yang ada, optimisme juga menjadi penting untuk menjalani WFH selama beberapa waktu ke depan. Archify akan terus melakukan update untuk membantu para profesional di bidang desain dalam menjalani WFH.

Archifynow
blog platform
ArchifyNow is an online design media that focuses on bringing quality updates of architecture and interior design in Indonesia and Asia Pacific. ArchifyNow curates worthwhile design stories that is expected to enrich the practice of design professionals while introducing applicable design tips and ideas to the public.
More from archifynow