Select Country
Search Icon
ARCHIFYNOW > HIGHLIGHTS > Seniman Ruang: Desain Bisa Menggambarkan Brand Identity Suatu Ruang

Seniman Ruang: Desain Bisa Menggambarkan Brand Identity Suatu Ruang

BY
©Seniman Ruang

Mengerjakan proyek komersial tentu memiliki tantangannya tersendiri. Beragam aspek perlu diperhitungkan. Tak hanya menciptakan desain yang memenuhi kebutuhan pengunjung, proyek komersial perlu menunjukkan brand identity dalam ruang yang didesain.

Brand identity pada proyek komersial

Dalam merancang sebuah ruang, riset merupakan langkah terpenting yang harus dilakukan. Mulai dari segi fungsi, brand identity, hingga menentukan gaya desain yang akan diangkat, riset perlu diadakan sebelum proses mendesain berjalan. Hal ini diperlukan agar ruang atau bangunan yang dirancang memiliki ceritanya sendiri secara rinci.

Seniman Ruang: Desain Bisa Menggambarkan Brand Identity Suatu Ruang

©Seniman Ruang

Tak hanya dari segi desain, strategi marketing sesuai lokasi proyek yang akan didesain juga sangat penting. Tiap lokasi akan mendapatkan perlakuan desain yang berbeda. Desain untuk proyek komersial di Kemang tidak akan sama persis dengan proyek di Kelapa Gading.

Setelah melakukan riset, brand identity dapat dibentuk melalui proses eksplorasi desain untuk mendapatkan desain yang baru dan berbeda. Komunikasi dan feedback dari klien pun memegang peran penting. Dengan demikian, arsitek dan klien akan mencapai titik temu dalam menentukan keunikan yang akan diangkat dari suatu ruang dan bangunan. Brand identity ini tidak dapat ditemukan dalam desain ruang lain. Identitas dan desain yang ikonik pun dihasilkan.

Seniman Ruang: Desain Bisa Menggambarkan Brand Identity Suatu Ruang

©Seniman Ruang

Alam sebagai brand identity dalam This Earth 1.0 di Mall Kelapa Gading

This Earth 1.0 yang berlokasi di Mall Kelapa Gading 2 mempunyai rancangan yang ikonik. Dessert shop ini didesain dengan mengambil inspirasi dari alam berupa eksplorasi bentuk organik yang membuat fasad ruang, bentuk plafon, dan konfigurasi tempat duduk yang apik.

Seniman Ruang: Desain Bisa Menggambarkan Brand Identity Suatu Ruang

©Seniman Ruang

Tempat duduk diadaptasi dari bentuk sarang burung walet. Bentuknya yang menjulang tinggi di tengah ruangan menciptakan pengalaman spasial yang berbeda bagi pengunjungnya. Tempat duduk bak sarang burung dapat dicapai oleh pengunjung dengan menaiki tangga spiral.

Ruang yang didesain menjulang ke atas pun akan memaksimalkan kapasitas kursi dalam ruang yang terbatas. Selain itu, permainan plafon digambarkan menyerupai Grand Canyon yang berlapis-lapis untuk memperkuat inspirasi dari alam sebagai brand identity dalam This Earth 1.0 ini.

 Seniman Ruang: Desain Bisa Menggambarkan Brand Identity Suatu Ruang

©Seniman Ruang

Talaga Sampireun Bekasi: koneksi space oleh danau sebagai brand identity

Restoran Talaga Sampireun Bekasi mengangkat gaya arsitektur tradisional kontemporer. Walaupun secara kasatmata terlihat sebagai beberapa saung, semua ruang dalam Talaga Sampireun terhubung menjadi satu kesatuan dengan danau sebagai focal point.

Dibandingkan This Earth 1.0, proses desain Talaga Sampireun jauh lebih kompleks karena luas kawasannya sebesar 10.000 m2. Terdapat aspek berbeda yang harus diperhatikan dengan matang, salah satunya akses operasional karyawannya. Akses ini perlu dibuat agar karyawan mudah mengaksesnya tanpa mengganggu sirkulasi pengunjung yang datang.

Seniman Ruang: Desain Bisa Menggambarkan Brand Identity Suatu Ruang

©Seniman Ruang

Gaya tradisional kontemporer yang diangkat juga menjadi tantangan tersendiri dalam mendesain. Fokus utamanya jatuh kepada pengalaman pengunjung agar dapat menikmati suasana datang ke saung-saung dengan tampilan arsitektur yang menarik.

Tak hanya dari sisi desain arsitektural, tantangan lain pembangunan Talaga Sampireun terletak pada budget. Untuk mengatasinya, permainan material harus dimaksimalkan, seperti dengan pemakaian bambu, bata, dan pemilihan jenis lighting.

Seniman Ruang: Desain Bisa Menggambarkan Brand Identity Suatu Ruang

©Seniman Ruang

Brand identity selanjutnya

Aspek yang sangat penting dalam menciptakan brand identity adalah bagaimana desain itu tak hanya mewujudkan visi dan keinginan arsitek atau desainer interiornya, tetapi juga merespon isu yang ada di lingkungan di mana proyek berada. Sebagai perancang, arsitek dan desainer interior juga harus terbuka dengan hal-hal baru serta mengikuti perkembangan zaman agar dapat menghasilkan desain yang sesuai.

Permainan bentuk dan pengalaman ruang akan memberikan brand identity bagi sebuah proyek sekaligus pengalaman tersendiri bagi pengguna ruang. Permainan material pun dapat membuat suatu karakter dalam ruang menjadi lebih kuat.

Mengingat global warming telah dan masih berlangsung dan makin meluas, penggunaan material yang sustainable dan recyclable pun perlu menjadi brand identity yang terus dikembangkan pada proyek-proyek selanjutnya. Harapannya, material yang ramah lingkungan dengan harga terjangkau dapat diakses dengan mudah agar klien di Indonesia makin terdorong memanfaatkannya.

Seniman Ruang: Desain Bisa Menggambarkan Brand Identity Suatu Ruang

©Seniman Ruang


Seniman Ruang merupakan biro arsitektur dan desain interior yang berfokus pada proyek-proyek komersial, terutama dalam bidang Food & Beverages. Dengan Helen Agustine dan Arthur Elmund sebagai principal architects, Seniman Ruang menanggapi isu desain dalam proyek yang ada dengan menciptakan desain yang ikonik. Saksikan #ArcbyArchify bersama Seniman Ruang, hanya di Archify!

Rosita Meinita
Contributor
Rosita has graduated from Architecture at Diponegoro University. She has worked in the creative industry since 2017, loves writing and photography.
More from archifynow