Masih bahas pesantren sebelumnya nih, sekarang kita bahas bangunan lainnya yaitu asrama santri dan perpustakaan dari Pesantren MN
Tahap awal untuk asrama santri Pesantren MN memiliki kapasitas 40 orang dengan fasilitas 4 kamar santri, 5 kamar mandi, dapur dan ruang bersama. Asrama ini rencananya bakal dibangun beberapa gedung ketika tanah pesantren meluas, jadi bentuk bangunannya direncanakan simple dan modular. Asrama santri ini memiliki 4 kamar dimana setiap kamar menampung 10 santri.
Karena keterbatasan ruang, tempat tidur santri menggunakan furnitur custom yang didesain dengan "compact" mengikuti kebutuhan setiap santri yakni kasur, meja belajar, dan lemari baju. setiap tempat tidur memiliki akses jendela sendiri agar mendapatkan cahaya dan penghawaan yang cukup untuk setiap santri.
Untuk perpustakaan, buku buku disimpan pada rak berupa kusen jendela sehingga susunan buku sekaligus menjadi etalase yang terlihat dari luar perpustakaan. Perpustakaan dari pesantren ini berada di jalur akses antara gerbang dan masjid agar perpustakaan dapat di akses oleh publik, yakni masyarakat sekitar pesantren.
Desain asrama dan perpustakaan masih mengikuti konsep eco-friendly dari kawasan, dengan memaksimalkan penggunaan material alami, memaksimalkan cahaya dan udara alami, serta merancang beberapa fungsi ruang dengan cara semi-outdoor.
Masih bahas pesantren sebelumnya nih, sekarang kita bahas bangunan lainnya yaitu asrama santri dan perpustakaan dari Pesantren MN
Tahap awal untuk asrama santri Pesantren MN memiliki kapasitas 40 orang dengan fasilitas 4 kamar santri, 5 kamar mandi, dapur dan ruang bersama. Asrama ini rencananya bakal dibangun beberapa gedung ketika tanah pesantren meluas, jadi bentuk bangunannya direncanakan simple dan modular. Asrama santri ini memiliki 4 kamar dimana setiap kamar menampung 10 santri.
Karena keterbatasan ruang, tempat tidur santri menggunakan furnitur custom yang didesain dengan "compact" mengikuti kebutuhan setiap santri yakni kasur, meja belajar, dan lemari baju. setiap tempat tidur memiliki akses jendela sendiri agar mendapatkan cahaya dan penghawaan yang cukup untuk setiap santri.
Untuk perpustakaan, buku buku disimpan pada rak berupa kusen jendela sehingga susunan buku sekaligus menjadi etalase yang terlihat dari luar perpustakaan. Perpustakaan dari pesantren ini berada di jalur akses antara gerbang dan masjid agar perpustakaan dapat di akses oleh publik, yakni masyarakat sekitar pesantren.
Desain asrama dan perpustakaan masih mengikuti konsep eco-friendly dari kawasan, dengan memaksimalkan penggunaan material alami, memaksimalkan cahaya dan udara alami, serta merancang beberapa fungsi ruang dengan cara semi-outdoor.
Masih bahas pesantren sebelumnya nih, sekarang kita bahas bangunan lainnya yaitu asrama santri dan perpustakaan dari Pesantren MN
Tahap awal untuk asrama santri Pesantren MN memiliki kapasitas 40 orang dengan fasilitas 4 kamar santri, 5 kamar mandi, dapur dan ruang bersama. Asrama ini rencananya bakal dibangun beberapa gedung ketika tanah pesantren meluas, jadi bentuk bangunannya direncanakan simple dan modular. Asrama santri ini memiliki 4 kamar dimana setiap kamar menampung 10 santri.
Karena keterbatasan ruang, tempat tidur santri menggunakan furnitur custom yang didesain dengan "compact" mengikuti kebutuhan setiap santri yakni kasur, meja belajar, dan lemari baju. setiap tempat tidur memiliki akses jendela sendiri agar mendapatkan cahaya dan penghawaan yang cukup untuk setiap santri.
Untuk perpustakaan, buku buku disimpan pada rak berupa kusen jendela sehingga susunan buku sekaligus menjadi etalase yang terlihat dari luar perpustakaan. Perpustakaan dari pesantren ini berada di jalur akses antara gerbang dan masjid agar perpustakaan dapat di akses oleh publik, yakni masyarakat sekitar pesantren.
Desain asrama dan perpustakaan masih mengikuti konsep eco-friendly dari kawasan, dengan memaksimalkan penggunaan material alami, memaksimalkan cahaya dan udara alami, serta merancang beberapa fungsi ruang dengan cara semi-outdoor.