Select Country
Search Icon
ARCHIFYNOW > TIPS & IDEAS > 6 Jenis Pondasi Rumah yang Perlu Anda Ketahui

6 Jenis Pondasi Rumah yang Perlu Anda Ketahui

BY
©Shutterstock

Dalam proses konstruksi, pondasi rumah merupakan bagian dari struktur bangunan yang sangat penting dan vital. Tanpa adanya pondasi rumah, bangunan tersebut tak akan bisa berdiri dengan tegak di atas tanah. Oleh karena itu, keberadaan pondasi rumah mutlak ada di fase awal pembangunan.

Ada beberapa jenis pondasi rumah yang digunakan dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada yang khusus untuk pondasi rumah minimalis, pondasi rumah 2 lantai, dan pondasi rumah bertingkat banyak. Selain jenis pondasi, ukuran pondasi rumah dan bahan-bahannya juga perlu diperhatikan. Berikut ini adalah 6 jenis pondasi rumah yang perlu Anda ketahui beserta kelebihan dan kekurangannya.

Pondasi rumah batu kali

6 Jenis Pondasi Rumah yang Perlu Anda Ketahui

©Shutterstock

Walaupun terbilang konvensional, pondasi batu kali hingga kini masih cukup banyak digunakan. Proses pembuatannya yang sederhana hingga bahan-bahannya yang diperoleh membuat pondasi rumah jenis ini masih popular hingga sekarang. Bahan utama yang diperlukan untuk membuat pondasi batu kali berupa batu kali, semen, dan pasir. Ukuran pondasi rumah batu kali ini biasanya berkisar 60-100cm.

Pondasi batu kali sangat cocok untuk digunakan sebagai pondasi rumah minimalis. Kelebihan dari pondasi batu kali adalah proses pembuatannya yang mudah dan biaya yang diperlukan cukup terjangkau. Pondasi batu kali juga terkenal tahan banjir maupun gempa. Kekurangannya adalah jenis pondasi ini tidak cocok digunakan untuk pondasi rumah 2 lantai atau lebih karena kurang kokoh untuk menahan beban vertikal. Selain itu, ada daerah-daerah yang jarang memiliki bahan batu kali, terutama di daerah pelosok dataran rendah, sehingga harganya malah bisa menjadi mahal.

Artikel lainnya: Berencana Renovasi Rumah? Hindari 5 Kesalahan Renovasi Ini!

Pondasi rumah plat beton lajur

6 Jenis Pondasi Rumah yang Perlu Anda Ketahui

©Shutterstock

Pondasi plat beton lajur dapat menjadi pengganti pondasi batu kali jika Anda kesulitan untuk menemukan bahan baku batu kali. Pondasi ini juga lebih kuat dibanding pondasi batu kali karena semua bagian pondasi menggunakan beton bertulang sehingga cocok menjadi pondasi rumah 2 lantai atau lebih. Ukuran pondasi rumah jenis ini berkisar 70-120 cm.

Kelebihan dari pondasi plat beton lajur adalah bahannya yang mudah didapatkan dan biaya pembuatannya yang juga murah. Namun kelemahannya adalah waktu untuk membuat pondasi ini cukup lama dan rumit karena harus merakit kerangka besi, kemudian membuat cetakan dan bekisting, setelah itu baru dilakukan pengeringan.

Pondasi rumah telapak

6 Jenis Pondasi Rumah yang Perlu Anda Ketahui

©Shutterstock

Mirip dengan pondasi plat beton lajur, pondasi telapak juga terbuat dari beton bertulang dengan dasar pondasi yang berbentuk bujur sangkar. Karena sifatnya yang kuat, pondasi ini cocok menjadi pondasi rumah 2 lantai ataupun pondasi rumah minimalis.

Kelebihan dari pondasi telapak adalah galian tanah yang diperlukan tak perlu sedalam pondasi plat beton lajur, sehingga waktu yang diperlukan untuk membuat pondasi lebih cepat. Namun yang menjadi kekurangannya adalah tidak semua tukang bangunan memahami cara pembuatan pondasi tapak, sehingga diperlukan bantuan dan diawasi oleh tukang ahli.

Artikel lainnya: Mengenal Kanopi Galvalum yang Kian Populer

Pondasi sumuran

6 Jenis Pondasi Rumah yang Perlu Anda Ketahui

©Shutterstock

Pondasi yang memiliki bentuk dasar lingkaran dan berdiameter 60 hingga 80 cm ini agak berbeda dengan pondasi pada umumnya. Proses pengecoran pondasi sumuran dilakukan on site secara langsung menggunakan bahan baku beton dan batu belah. Sedangkan kedalaman galian yang diperlukan pondasi ini bisa mencapai 8 meter.

Kelebihan dari pondasi sumur adalah proses pembuatannya yang sederhana dan tidak memerlukan bantuan alat berat sehingga biaya yang diperlukan lebih irit. Namun, pengecekan kualitas pondasi ini cukup sulit dilakukan karena lokasinya yang berada cukup dalam di dalam galian tanah. Selain itu, jenis pondasi ini kurang cocok digunakan di tanah berlumpur karena akan menyulitkan proses penggalian

Pondasi bore pile

6 Jenis Pondasi Rumah yang Perlu Anda Ketahui

©Shutterstock

Jika mencari pondasi rumah 2 lantai atau rumah berlantai banyak, pondasi bore pile cocok untuk digunakkan karena memiliki ketahanan yang sangat kuat. Pondasi bore pile dibangun di dalam permukaan tanah dengan cara membuat galian terlebih dahulu baru kemudian diisi dengan bagian pondasi.

Minimnya bahan beton yang digunakan membuat pondasi bore pile lebih hemat biaya. Namun untuk proses pembuatan pondasi ini harus sangat hati-hati dan teliti karena jika salah akan membuat pondasi rumah menjadi lemah dan keropos.

Pondasi cakar ayam

6 Jenis Pondasi Rumah yang Perlu Anda Ketahui

©Shutterstock

Nama pondasi cakar ayam tentunya sudah tak asing di telinga orang awam. Disebut pondasi cakar ayam karena bentuknya yang menyerupai cakar ayam. Bentuk pondasi ini dibuat dari bahan besi beton yang di tanam pada galian tanah. Pondasi cakar ayam sangat cocok untuk digunakan pada rumah bertingkat dengan kondisi tanah yang lembek.

Keunggulan dari pondasi cakar ayam terletak pada kekuatannya. Struktur pondasi yang padat membuatnya tidak memiliki celah untuk masuknya air. Namun sudah bukan rahasia umum bahwa harga pondasi ini cukup mahal dikarenakan bahan, peralatan, dan proses pembuatannya yang cukup rumit sehingga pondasi cakar ayam lebih cocok digunakan sebagai pondasi rumah 2 lantai atau lebih dibandingkan sebagai pondasi rumah minimalis.

Artikel lainnya: 5 Jenis Material Atap yang Perlu Anda Ketahui

Temukan berbagai artikel penting dan menarik lainnya di Archifynow. Anda juga bisa berkonsultasi dengan arsitek dan desainer interior berkompeten lewat Archify untuk mewujudkan hunian impian.

Archifynow
blog platform
ArchifyNow is an online design media that focuses on bringing quality updates of architecture and interior design in Indonesia and Asia Pacific. ArchifyNow curates worthwhile design stories that is expected to enrich the practice of design professionals while introducing applicable design tips and ideas to the public.
More from archifynow