id
Select Country
Search Icon
close icon
ARCHIFYNOW > TIPS & IDEAS > 5 Hal Penting dalam Memilih Plitur Kayu

5 Hal Penting dalam Memilih Plitur Kayu

BY
fb icon
wa icon
email icon
©Shutterstock

Plitur kayu merupakan salah satu bahan yang tak dapat dipisahkan dalam proses finishing kayu. Plitur kayu akan membuat setiap serat dan warna material kayu lebih menonjol sehingga kayu menjadi lebih berkarakter. Jika Anda menginginkan kesan penampilan kayu yang anggun, mewah, serta memberi kesan kedalaman visual yang cantik, plitur kayu memang tidak pernah mengecewakan.

Yuk, simak 5 hal penting yang perlu diperhatikan jika Anda berniat melapiskan plitur kayu pada furnitur kesayangan!

Tujuan penggunaan plitur kayu

Kata plitur berasal dari bahasa Jerman politur yang berarti pemoles atau memberi lapisan pelindung. Dalam finishing furnitur, terdapat tipe plitur klasik yang disebut juga French polish, dikenal sebagai mebel buatan Prancis yang selalu mendapat polesan warna plitur kayu menawan. Dari asal-usul tersebut, terlihat bahwa tujuan utama penggunaan plitur kayu adalah sebagai pemoles kayu agar penampilan serat dan warnanya makin tegas dan indah. 

Plitur kayu dapat digunakan untuk hampir semua tipe kayu. Hanya saja, hasil mengkilap maksimal akan didapatkan saat Anda menggunakannya pada tipe kayu keras berpori rapat (close grain) seperti sebagai plitur kayu jati, merbau, ulin, atau tipe kayu keras lainnya. Untuk tipe kayu berpori terbuka (open grain) seperti kayu mahoni dan sonokeling, Anda perlu mengisi porinya terlebih dahulu dengan serbuk batu apung (pumice powder) sebelum melapisinya dengan warna plitur kayu yang telah Anda pilih.

5 Hal Penting dalam Memilih Plitur Kayu

©Shutterstock

Beda plitur dan pernis kayu

Sering terpikir bahwa plitur kayu dan pernis adalah dua hal yang sama. Memang ada benarnya, keduanya merupakan material finishing kayu dan sama-sama bersifat melindungi serta membuat penampilan kayu makin menawan. Namun, dari segi bahan, keduanya material yang berbeda.

Dari sisi bahan, plitur kayu dibuat dari sirlak (shellac) yang merupakan hasil olahan sekresi serangga betina Laccifera lacca yang banyak hidup di sejenis pohon ara di wilayah Asia Tenggara, China, dan India. Di lain pihak, pernis (varnish) klasik dibuat dari resin pohon yang dilarutkan dalam terpentin. Saat ini, Anda dapat memilih sirlak berbentuk kepingan ataupun yang telah siap pakai dalam bentuk cair. Sirlak dalam bentuk cair inilah yang kemudian dikenal sebagai plitur.

Dari sisi aplikasi, Anda perlu lebih hati-hati saat memplitur kayu. Untuk hasil yang bagus seperti hasil French polish klasik, Anda perlu melapiskannya secara berulang dengan fase pengamplasan di antara masa-masa pelapisan. Proses ini dapat dilakukan berulang-ulang hingga didapatkan kilau plitur kayu sempurna yang tidak tertandingi kualitasnya.

Artikel lainnya: Yuk, Kenali Lebih Jauh Tentang Pernis Kayu!

Kelebihan dan kekurangan plitur kayu

Plitur kayu memiliki berbagai kelebihan. Pertama, plitur awet dan hampir tidak perlu pemolesan ulang lagi setelah kering. Plitur juga bersifat lentur sehingga tahan retak, gores, ataupun aus. Plitur cepat kering dan tidak beracun. Warnanya pun tidak mudah memudar dan jika ada yang pudar, kayu berplitur akan mudah dirawat tanpa meninggalkan bekas yang berarti.

Kelemahan pelitur adalah tidak tahan panas, terutama plitur kayu biasa dari sirlak. Perlu kehati-hatian dan memberi lambaran saat menaruh benda panas di atas kayu, misalnya piring atau mangkok panas di atas meja kayu berplitur. Plitur kayu tidak tahan kelembapan tinggi dan dapat meninggalkan noda-noda putih di permukaan kayu. Oleh karena itu, kayu berplitur tidak disarankan di tempat berkelembapan tinggi seperti dapur dan kamar mandi. Plitur sirlak juga akan rusak jika terkena alkohol.

Warna plitur kayu

Warna plitur kayu yang alami adalah antara warna amber hingga oranye dan cokelat segar kekuningan. Namun, Anda bisa pula mendapatkan warna plitur yang lebih bening dan terang dengan memilih tipe plitur sirlak yang telah dikelantang (bleached shellac), terutama untuk kayu-kayu berwarna terang seperti warna plitur kayu maple atau plitur kayu jati Belanda.

Untuk warna plitur kayu yang lebih gelap dan kuat seperti plitur kayu jati, Anda bisa menambahkan pigmen warna pada larutan plitur kayu seperti oker (ochre), pigmen warna berbasis lempung. Takaran campuran umumnya tidak lebih dari 10% total campuran. Jika Anda ingin alternatif warna lainnya, Anda dapat menambahkan pigmen warna stain. Anda dapat memilih berbagai alternatif warna untuk plitur kayu jati atau lainnya sesuai selera dan gaya desain yang diinginkan.

5 Hal Penting dalam Memilih Plitur Kayu

©Shutterstock

Pilih plitur kayu solvent-based atau water-based?

Plitur tradisional umumnya diencerkan dengan solvent alkohol. Jenis alkohol seperti spiritus sering digunakan untuk melarutkan plitur karena harganya yang terjangkau. Selain itu, perkembangan terkini telah memungkinkan diproduksinya plitur kayu dengan pengencer berbasis air (water-based), termasuk untuk plitur kayu jati. Dari segi lingkungan dan kesehatan, plitur kayu jati water-based lebih ramah lingkungan dan lebih aman bagi kesehatan. Warna plitur kayu pun memiliki pilihan yang lebih beragam dengan tampilan mengkilap yang lebih kalem atau doff.

5 Hal Penting dalam Memilih Plitur Kayu

©Shutterstock

Demikian 5 hal yang perlu Anda perhatikan dalam memilih plitur kayu. Semoga menginspirasi! Jangan ragu untuk menghubungi kami jika memerlukan plitur kayu ataupun produk furnitur berplitur untuk hunian Anda, ya! Temukan berbagai artikel terkini lainnya seputar arsitektur, desain interior, produk, hingga material bangunan, hanya di Archify.

fb icon
wa icon
email icon
Wahyu Untara
Contributor
Greetings from Yogyakarta, Indonesia! Wahyu is a writer and translator who started his career since 2000s as a freelance writer for local and national publisher. His strong interest to the beauty of architecture motivates him to write for ArchifyNow since 2019.
More from archifynow
close icon