Bangunan ini menggabungkan fungsi komersil dan hunian dalam satu area. Pemilik adalah suami istri yang memiliki usaha berbeda, istri merupakan pemilik bakery and coffee, sedangkan suaminya pemilik bengkel motor. Mereka juga ingin ada tempat untuk beristirahat dari bekerja, awalnya hanya untuk Ketika waktu bekerja saja (pagi-sore) , tetapi sekarang setelah bangunan jadi dan berfungsi, mereka malah jadi lebih betah untuk tinggal disitu, dan jarang pulang ke rumah mereka yang sebelumnya. Dari situ kita tau ya, betapa besarnya pengaruh kenyamanan ruang terhadap pengguna nya.
Konsep utama nya sendiri industrial modern, karena klien suka besi dan baja expose, diseimbangkan dengan desain sentuhan desain minimalist modern, agar bangunan tetap terlihat “humble” dan tidak terkesan ‘berat’. Selain itu karena fungsi utamanya komersil, kita membuat bangunan yang ‘simple’ namun menarik, dengan harapan, orang-orang yang lewat akan tertarik untuk berkunjung, sejauh ini, terbukti dengan coffee shop nya yang selalu ramai.
Fasad depan dibuat dinding massif tanpa bukaan, karena area lantai 2 diperuntukan untuk hunian, sehingga privacy pemiliknya tetap terjaga, beda dengan lantai 1 nya yang menjadi area bakery dan coffee, dibuat bukaan bukaan besar agar terasa luas dan mengundang. Area bengkel dilengkapi dengan Teknik pencahaayaan dan pembuangan udara kotor (dari knalpot dll) khusus yang terdesain untuk membantu para teknisi Ketika bekerja
Konsep industrial nya ditonjolkan melalui struktur utama baja IWF dan besi bondek yang kita expose, kabel-kabel listrik juga kita expose dengan menggunakan pipa kabel, agar terlihat rapih, selain itu pemilihan material besi untuk tangga dan pintu carport, menambah kesan industrial pada bangunan ini.
Pada area hunian, karena penggunanya 3 orang, ibu, ayah dan anak, kita menerapkan kosep ‘mezzanine’ agak bisa menampung banyak kebutuhan pada lahan yang terbatas. Kamar tidur anak dibuat di lantai mezzanine, dibawahnya untuk area duduk, dan di sisi satunya kita lengkapi dengan kamar mandi dan area tidur ayah dan ibu. Konsep mezzanine ini membuat ruangan kecil terlihat lebih luas karena plafond yang tinggi.
Bangunan ini menggabungkan fungsi komersil dan hunian dalam satu area. Pemilik adalah suami istri yang memiliki usaha berbeda, istri merupakan pemilik bakery and coffee, sedangkan suaminya pemilik bengkel motor. Mereka juga ingin ada tempat untuk beristirahat dari bekerja, awalnya hanya untuk Ketika waktu bekerja saja (pagi-sore) , tetapi sekarang setelah bangunan jadi dan berfungsi, mereka malah jadi lebih betah untuk tinggal disitu, dan jarang pulang ke rumah mereka yang sebelumnya. Dari situ kita tau ya, betapa besarnya pengaruh kenyamanan ruang terhadap pengguna nya.
Konsep utama nya sendiri industrial modern, karena klien suka besi dan baja expose, diseimbangkan dengan desain sentuhan desain minimalist modern, agar bangunan tetap terlihat “humble” dan tidak terkesan ‘berat’. Selain itu karena fungsi utamanya komersil, kita membuat bangunan yang ‘simple’ namun menarik, dengan harapan, orang-orang yang lewat akan tertarik untuk berkunjung, sejauh ini, terbukti dengan coffee shop nya yang selalu ramai.
Fasad depan dibuat dinding massif tanpa bukaan, karena area lantai 2 diperuntukan untuk hunian, sehingga privacy pemiliknya tetap terjaga, beda dengan lantai 1 nya yang menjadi area bakery dan coffee, dibuat bukaan bukaan besar agar terasa luas dan mengundang. Area bengkel dilengkapi dengan Teknik pencahaayaan dan pembuangan udara kotor (dari knalpot dll) khusus yang terdesain untuk membantu para teknisi Ketika bekerja
Konsep industrial nya ditonjolkan melalui struktur utama baja IWF dan besi bondek yang kita expose, kabel-kabel listrik juga kita expose dengan menggunakan pipa kabel, agar terlihat rapih, selain itu pemilihan material besi untuk tangga dan pintu carport, menambah kesan industrial pada bangunan ini.
Pada area hunian, karena penggunanya 3 orang, ibu, ayah dan anak, kita menerapkan kosep ‘mezzanine’ agak bisa menampung banyak kebutuhan pada lahan yang terbatas. Kamar tidur anak dibuat di lantai mezzanine, dibawahnya untuk area duduk, dan di sisi satunya kita lengkapi dengan kamar mandi dan area tidur ayah dan ibu. Konsep mezzanine ini membuat ruangan kecil terlihat lebih luas karena plafond yang tinggi.
Bangunan ini menggabungkan fungsi komersil dan hunian dalam satu area. Pemilik adalah suami istri yang memiliki usaha berbeda, istri merupakan pemilik bakery and coffee, sedangkan suaminya pemilik bengkel motor. Mereka juga ingin ada tempat untuk beristirahat dari bekerja, awalnya hanya untuk Ketika waktu bekerja saja (pagi-sore) , tetapi sekarang setelah bangunan jadi dan berfungsi, mereka malah jadi lebih betah untuk tinggal disitu, dan jarang pulang ke rumah mereka yang sebelumnya. Dari situ kita tau ya, betapa besarnya pengaruh kenyamanan ruang terhadap pengguna nya.
Konsep utama nya sendiri industrial modern, karena klien suka besi dan baja expose, diseimbangkan dengan desain sentuhan desain minimalist modern, agar bangunan tetap terlihat “humble” dan tidak terkesan ‘berat’. Selain itu karena fungsi utamanya komersil, kita membuat bangunan yang ‘simple’ namun menarik, dengan harapan, orang-orang yang lewat akan tertarik untuk berkunjung, sejauh ini, terbukti dengan coffee shop nya yang selalu ramai.
Fasad depan dibuat dinding massif tanpa bukaan, karena area lantai 2 diperuntukan untuk hunian, sehingga privacy pemiliknya tetap terjaga, beda dengan lantai 1 nya yang menjadi area bakery dan coffee, dibuat bukaan bukaan besar agar terasa luas dan mengundang. Area bengkel dilengkapi dengan Teknik pencahaayaan dan pembuangan udara kotor (dari knalpot dll) khusus yang terdesain untuk membantu para teknisi Ketika bekerja
Konsep industrial nya ditonjolkan melalui struktur utama baja IWF dan besi bondek yang kita expose, kabel-kabel listrik juga kita expose dengan menggunakan pipa kabel, agar terlihat rapih, selain itu pemilihan material besi untuk tangga dan pintu carport, menambah kesan industrial pada bangunan ini.
Pada area hunian, karena penggunanya 3 orang, ibu, ayah dan anak, kita menerapkan kosep ‘mezzanine’ agak bisa menampung banyak kebutuhan pada lahan yang terbatas. Kamar tidur anak dibuat di lantai mezzanine, dibawahnya untuk area duduk, dan di sisi satunya kita lengkapi dengan kamar mandi dan area tidur ayah dan ibu. Konsep mezzanine ini membuat ruangan kecil terlihat lebih luas karena plafond yang tinggi.