id
Select Country
Search Icon
close icon
ARCHIFYNOW > NEWS > IDEATALK 1O Mengundang Representasi Indonesia dalam La Biennale Architettura Venezia 2018

IDEATALK 1.O Mengundang Representasi Indonesia dalam La Biennale Architettura Venezia 2018

BY
fb icon
wa icon
email icon

Hari Sabtu tanggal 23 Februari lalu komunitas Nongkrong Bareng Arsitek Pekanbaru menyelenggarakan event kolaborasi bersama Idealand mengundang Ary Indra dan Ardy Hartono sebagai representasi Paviliun Indonesia dalam La Biennale Arcitettura Venezia 2018. Acara yang berlangsung di hotel Batiqa Pekanbaru ini dihadiri praktisi arsitektur maupun mahasiswa dari universitas-universitas yang ada di kota Pekanbaru.

IDEATALK 1.O Mengundang Representasi Indonesia dalam La Biennale Architettura Venezia 2018

Suasana Acara IDEATALK 1.O (sumber: dok. NBA Pekanbaru/Idealand)

Berbeda dengan Presentasi Karya yang biasanya mengundang praktisi-praktisi arsitektur atau dunia kreatif yang ada di kota Pekanbaru, IDEATALK merupakan produk kolaborasi antara Nongkrong Bareng Arsitek Pekanbaru dengan Idealand Kreasindo yang merupakan talkshow ekslusif untuk arsitektur dan desain. 

IDEATALK 1.O Mengundang Representasi Indonesia dalam La Biennale Architettura Venezia 2018

Peserta sedang Menikmati Sajian Coffee Break (sumber: dok. NBA Pekanbaru/Idealand)

Kontributor pada acara kali ini adalah Ary Indra dan Ardy Hartono pun dimulai. Dua dari tim curator art  yang mewakili Indonesia dalam La Biennale Architettura Venezia 2018 ini menjelaskan tentang karya mereka untuk Paviliun Indonesia disana. Karya yang dibuat merupakan interpretasi dari Freespace, tema yang diberikan oleh kurator utama Yvonne Farrel dan Shelley McNamara dari Grafton Architects, Irlandia. Tema yang diangkat menyiratkan keinginan dua kurator tersebut untuk mengembalikan semangat arsitektur dalam kualitas ruang, dan meletakkan semangat kemanusiaan serta keinginan untuk berbagi kedalamnya.

IDEATALK 1.O Mengundang Representasi Indonesia dalam La Biennale Architettura Venezia 2018

Suasana Presentasi Sesi Kedua (sumber: dok. NBA Pekanbaru/Idealand)

Berjudul Sunyata: The Poetics Of Emptiness karya yang dibuat oleh enam orang kurator ini ingin menampilkan sesuatu yang lebih kontemporer. Diluar kebiasaan penampilan Indonesia yang biasanya penuh dengan ornamen-ornamen tradisional. Karya yang dibuat dari bentangan kertas putih polos ini dibentuk sedemikian rupa hingga menciptakan karya yang memaknai konsep kekosongan.

Menurut Ary Indra konsep kekosongan yang mereka berusaha mengembalikan cara pandang arsitek arsitek terhadap ruang. Tema Free Space ingin membuka kemungkinan lain akan potensi yang dapat ditemukan pada ingatan dan harapan manusia sebagai elemen utama dalam arsitektur. Hal mendasar yang makin terkikis belakangan oleh dominasi wujud dan kecanggihan teknologi konstruksi dan material.

IDEATALK 1.O Mengundang Representasi Indonesia dalam La Biennale Architettura Venezia 2018

Para Peserta yang Sedang Mendengarkan Presentasi (sumber: dok. NBA Pekanbaru/Idealand)

“Menggunakan kertas sebagai material utama, Paviliun Indonesia merupakan abstraksi dari konsep kekosongan yang memiliki beragam wujud dan rupa di arsitektur Indonesia. Berkeinginan untuk memberi wacana baru pada perbincangan arsitektur yang biasanya didominasi oleh aspek visual, paviliun ini hendak membebaskan tirani bentuk dan rupa bagi manusia yang mengalaminya. Seperti sebuah wadah kosong, manusia akan menjadi pemeran utama di dalamnya. Perangkat yang biasa digunakan oleh manusia untuk memaknai ruang ditiadakan. Sebagai ganti, tubuh dan panca indera menjadi perangkat utama dalam mengubah, menggubah, dan menguasai ruang.”

Penjelasan yang diberikan oleh Ary Indra dan Ardy Hartono ini memberikan sudut pandang yang berbeda bagi para peserta dalam memaknai kekosongan ruang. Memaknai agar ruang yang diciptakan tidak selamanya harus penuh dengan ornamen untuk memiliki fungsi. Bahwa aktivitas manusia disebuah ruang lah yang kemudian memberi makna atas kekosongan ruang tersebut.

Kekosongan ruang yang menjadi inspirasi karya ini ternyata bukan hal baru di Indonesia. Ada Taman Sari di Yogyakarta atau tatanan rumah Jawa dengan Joglo yang menjadi ‘pusat’ bagi sekitarnya. Praktik-praktik kekosongan ruang yang menjadi tempat manusia beraktivitas dan berinteraksi. Sesi presentasi selama sembilan puluh menit inipun berakhir dengan banyaknya pertanyaan yang cukup antusias dari para peserta acara. 

IDEATALK 1.O Mengundang Representasi Indonesia dalam La Biennale Architettura Venezia 2018

Dokumentasi Pembicara dan Peserta (sumber: dok. NBA Pekanbaru/Idealand)

Nongkrong Bareng Arsitek sendiri adalah sebuah komunitas yang sudah berdiri sejak 2013 lalu. Dengan rutin melaksanakan presentasi karya, kini member komunitas ini tak hanya terdiri dari para arsitek, namun juga ada  profesi kreatif lain seperti desainer dan fotografer. Saat ini Nongkrong Bareng Arsitek (NBA) memiliki teman-teman baru yang membawa nama NBA di kota-kota lain di Indonesia dan negara tetangga. Dan sebagai salah satu penerima Banper BEKRAF tahun 2018, NBA didorong untuk membantu Ekonomi Kreatif di bidang Arsitektur melalui Komunitas. Nantikan event IDEATALK berikutnya yang informasinya akan disampaikan melalui akun instagram @nba.pku.

*Quoted from : http://www.bekraf.go.id/berita/page/10/konsep-indonesia-di-la-biennale-architettura-2018-sunyata-the-poetics-of-emptiness

fb icon
wa icon
email icon
Archifynow
blog platform
ArchifyNow is an online design media that focuses on bringing quality updates of architecture and interior design in Indonesia and Asia Pacific. ArchifyNow curates worthwhile design stories that is expected to enrich the practice of design professionals while introducing applicable design tips and ideas to the public.
More from archifynow
close icon