id
Select Country
Search Icon
close icon
ARCHIFYNOW > TIPS & IDEAS > Mengenal Atap Sirap Kayu yang Estetik Kelebihan dan Kekurangannya

Mengenal Atap Sirap Kayu yang Estetik, Kelebihan dan Kekurangannya

BY
fb icon
wa icon
email icon

©Shutterstock

Secara umum, atap sirap adalah atap yang dibuat susunan kepingan-kepingan kayu. Biasanya, bentuk kepingan itu ada yang kotak ada pula yang meruncing atau membulat pada salah satu sisinya. Bahan atap sirap umumnya dari tipe kayu keras dan tahan cuaca.

Atap sirap kayu ulin

Tipe atap sirap kayu ulin mungkin adalah yang paling umum dikenal. Tipe kayu untuk atap sirap ini banyak diketemukan di Kalimantan. Kayu ulin juga disebut kayu besi karena karakternya yang sangat kuat dan tahan cuaca. Karena itu, selain sebagai atap sirap, dulu kayu ini sering pula digunakan sebagai bantalan rel kereta api atau tiang listrik dan telepon.

Artikel lainnya: 5 Jenis Material Atap yang Perlu Anda Ketahui

Atap sirap kayu cedar

Alternatif lain dari atap sirap ulin adalah kayu cedar, terutama tipe western red cedar (Thuja plicata) dan yellow cedar. Tipe kayu tersebut umum digunakan sebagai atap sirap kayu di luar negeri. Daya tahannya juga mirip atau sirap ulin, digunakan sebagai alternatif atap slate batu yang sering digunakan sebagai atap rumah tradisional Barat.

Mengenal Atap Sirap Kayu yang Estetik, Kelebihan dan Kekurangannya

©Shutterstock

Atap sirap kayu bangkirai

Kayu bangkirai juga disebut sebagai kayu benuas atau kayu anggelam. Kayu ini banyak tumbuh di Kalimantan. Kayu tipe bangkirai adalah alternatif material atap sirap ulin yang baik. Seperti ulin, bangkirai juga dikenal tangguh menghadapi perubahan cuaca, walau dalam penerapannya, pamornya masih kalah dari ulin.

Atap sirap kayu merbau

Kayu merbau juga dapat digunakan sebagai bahan sirap. Merbau juga tak kalah kuat dari ulin atau merbau (maka disebut pula sebagai Mollucan ironwood, karena di wilayah timur Indonesia kayu ini juga disebut sebagai kayu besi). Seperti bengkirai, merbau dapat digunakan sebagai alternatif atap sirap ulin yang semakin diperketat perdagangannya oleh pihak pemerintah.

Kelebihan: Secara visual sangat menarik

Kelebihan atap sirap yang langsung dapat dinikmati adalah kesan visual yang ditampilkannya. Rumah menjadi tampak lebih alami dan estetik. Bahkan, semakin tua usia sirap, penampilannya bisa menjadi semakin bagus. Untuk rumah-rumah bergaya etnik, seperti pendapa, selain memberi penampilan yang berwibawa, juga memberi nilai lebih bagi pemiliknya. Dahulu, mungkin sekarang juga, di daerah-daerah tertentu atap sirap juga dianggap simbol status sosial.

Artikel lainnya: Mengenal Jenis-jenis Talang Air dan Cara Merawatnya

Kekurangan: Pemasangan lebih sulit

Pemasangan atap sirap kayu lebih sulit dibandingkan dengan pemasangan atap konvensional. Oleh karena itu, pemasangan sirap harus dilakukan oleh tenaga profesional. Biaya pemasangannya pun lebih tinggi dari pemasangan tipe atap lain yang lebih konvensional. Selain itu, pemasangan juga harus sangat cermat karena bila bermasalah dan bocor, proses perbaikannya terbilang cukup kompleks.

Mengenal Atap Sirap Kayu yang Estetik, Kelebihan dan Kekurangannya

©Shutterstock

Kelebihan: Ringan dan kuat

Dibandingkan dengan bahan atap konvensional seperti genteng berbasis tanah liat atau beton, atap sirap memiliki berat yang jauh lebih ringan. Lebih dari itu, atap sirap kayu juga memiliki kekuatan dan ketahanan terhadap cuaca yang tidak kalah dengan genteng. Dengan perawatan yang tepat, atap sirap mampu bertahan puluhan bahkan ratusan tahun. Paduan atap sirap dan rumah konstruksi kayu juga dapat menjadi hunian yang cocok untuk wilayah-wilayah rawan gempa.

Kekurangan: Pilihan bentuk yang terbatas

Umumnya bentuk sirap adalah lembaran kayu persegi (umumnya berukuran lebar sekitar 8 cm, 60 cm, tebal 0.5 cm) dengan hanya memberikan pilihan ujung yang terbatas, biasanya bentuk kotak atau segitiga meruncing, atau melengkung.

Kelebihan: Sejuk dan tenang

Atap kayu sirap memiliki daya serap panas sangat bagus sehingga dapat menjadi alternatif bagi Anda yang ingin selalu memiliki hunian tropis yang selalu sejuk alami. Karena sifatnya yang meredam suara, atap sirap juga memberikan ketenangan pada para penghuni rumah.

Artikel lainnya: Mengenal Kanopi Galvalum yang Kian Populer

fb icon
wa icon
email icon
Archifynow
blog platform
ArchifyNow is an online design media that focuses on bringing quality updates of architecture and interior design in Indonesia and Asia Pacific. ArchifyNow curates worthwhile design stories that is expected to enrich the practice of design professionals while introducing applicable design tips and ideas to the public.
More from archifynow
close icon